7 Alasan Kenapa Gagal itu Penting (Part 1)

Kalau bicara mengenai kegagalan apa yang Anda rasakan?

  • Sedih
  • Marah
  • Frustasi
  • Merasa bersalah

Semua kondisi emosional diatas adalah wajar, jika kita telah mengalami kegagalan entah itu gagal di :

  • Sekolah
  • Pekerjaan
  • Bisnis
  • Hubungan
  • Kesehatan

Tahukah Anda?

Dibalik kegagalan selalu ada orang yang berhasil melewatinya, bahkan melampaui pencapaian sebelumnya.

”Selalu ada Orang kaya baru saat datang Krisis”

Pernah mendengar atau melihat statement diatas, kita ingat saat banyak perusahaan memutuskan hubungan kerja dengan jumlah yang banyak.

Disisilain ada beberapa Perusahaan yang banyak menerima karyawan baru bahkan bisnisnya makin melesat maju.

Apa yang terjadi dengan datangnya kegagalan?

Apa dampaknya buat kita yang sedang mengalaminya. Bahkan sebagai antisipasi untuk datangnya kegagalan berikutnya.

Mari Kita bahas kenapa kegagalan penting untuk pertumbuhan kita.

Apapun pertumbuhannya segala bidang kehidupan Anda, yang pasti hanya Anda yang tahu bidang mana aja yang pernah mengalami kegagalan.

Hanya saja..

Penyebab kenapa kegagalan penting, berlaku untuk semua bidang kegagalan yang pernah terjadi.

“Kegagalan akan memberikan kita ketahanan mental yang cukup kuat dibanding orang yang tidak pernah merasakan kegagalan”  Impactful Note

1. Kegagalan Berguna Sebagai Sinyal Adanya Perubahan yang Harus Segera Diperbaiki

Emangnya ada ya potensi yang sedang tidur?

Saat saya masih sekolah saya pengen sekali bisa ngetik cepat seperti penulis profesional yang bisa mengetik tanpa liat keyboard, mengetik hanya fokus pada layar komputer.

Saya mulai mempelajari apa yang membuat seseorang bisa ngetik cepat.

Setelah belajar kepada instruktur komputer di Sekolah saya diajarkan mengetik 10 jari dengan cara menghafalkan letak masing – masing jari, setiap jari memiliki tugas hanya mengetik 3 hurup saja, saya langsung praktek instruksi yang diajarkan instruktur.

Setelah praktek…

…ternyata tidak semudah yang dibayangkan, liat orang nyaman banget ngetik tapi setelah saya coba kok ternyata ada perasaan pengen kembali ke pola yang lama ya?

yaitu mengetik 11 jari jadi hanya 2 jari yang berperan mengetik, lama kelamaan saya jenuh, bosan dan pada akhirnya menyerah, tidak mau lagi.

Saya merasa gagal, udah ga mau nyoba lagi.

Apa yang saya rasakan?

Bosan, depresi, hanya karena saya pengen cepet bisa tanpa mau menikmati proses.

Setelah merenung, saya tahu bahwa ada strategi yang harus saya ubah agar saya menikmati proses belajar latihan mengetik cepat.

Ternyata sinyal pengen cepet lancar adalah sinyal dari kegagalan bahwa saya harus mengubah pikiran dengan cara menikmati proses latihan bukan sekadar pengen cepet bisa ngetik cepat.

Setelah mulai menikmati ngetik cepat.

Akhirnya apa yang saya harapkan mulai keliatan hasilnya, sekarang saya mampu mengetik meski tidak melihat keyboard, hanya fokus ke layar komputer.

2. Kegagalan adalah Sahabat Kesuksesan yang Selalu Membersamai Anda

Cobalah tengok orang disekitar Anda, adakah yang sudah mencapai hasil dari kerja keras mereka?

Entah  karyawan atau pengusaha yang mengawali usahanya dari nol bahkan sempat rugi besar.

Apakah mereka pernah mengalami kegagalan?

atau malah tercapai impiannya dengan cara yang mudah?

Mereka pun pernah mengalami kegagalan disetiap prosesnya, hanya saja  kita belum tahu seberapa besar kegagalan yang mereka hadapi.

Setidaknya pencarian saya selama ini melihat, memperhatikan, mempelajari orang – orang sukses, pasti diantara mereka ada yang mengalami kegagalan besar maupun kecil

Kalau begitu apakah saat kita mengalami kegagalan lalu kita pasrah dan berhenti mencoba?

Bisa jadi kegagalan yang kita hadapi justru merupakan sinyal bahwa ada strategi yang belum kita gunakan.

Jadi harus diubah agar mendapat hasil yang berbeda, selama ini kita malah mengartikan kegagalan sebagai alasan kenapa kita diam ditempat.

Tak ada perubahan yang signifikan sampai menyalahkan orang sekitar, kita beranggapan merekalah yang menyebabkan kegagalan.

Sementara Anda menyadari pentingnya kegagalan bagi pertumbuhan diri, maka sudah tidak ada lagi ketakutan saat kegagalan datang, justru dengan terjadi kegagalan kita lebih mawas diri, lebih banyak introspeksi diri.

Mana tahu ada kesalahan yang  kita lakukan sehingga disitulah letak sebabnya, kegagalan adalah akibat sedangkan yang menjadi sebabnya adalah kita sendiri.

Lebih dalam saya menulusuri sebab yang paling utama terletak pada pikiran & perasan kita sendiri, disitulah awal dari tindakan , keputusan & cara yang digunakan.

Mulai hari ini nikmati kegagalan sebagai sahabat yang memberitahu Anda kenapa ada hasil yang kurang sesuai, hasil yang tidak maksimal sampai kenapa pertumbuhan diri kita tidak bertumbuh sesuai keinginan.

Pasti ada sesuatu yang kurang tepat telah terjadi dalam diri kita

3. Mengalami kegagalan adalah Fase Jiwa kita bertumbuh

Enak juga ya  kalau kita kerja selalu dapat hasil yang sesuai dengan harapan.

Kita bisa terlena oleh kehidupan.

Sebut saja namanya Andri, Andri ketika masuk kerja di Perusahaan ternama memasuki posisi paling bawah

Istilahnya staf administrasi, dari mulai staf sampai menjabat sebagai supervisor dia hanya butuh waktu 6 bulan saja, berlanjut 6 bulan berikutnya dia memegang jabatan sebagai Manager Operasional.

Selama jadi manager dia mampu membawa perusahaan mencapai target yang diharapkan.

Atas prestasi yang Andri capai untuk Perusahaan, Perusahaan memberikan banyak fasilitas yang memadai berupa rumah dinas, mobil serta tunjangan dan gaji yang cukup besar.

Umumnya dengan track record seperti itu Andri mengalami transformasi baru yang justru membuat hidupnya makin bergairah, sampai jabatan terakhir sebagai Direktur Utama dia raih, dia masih bingung betapa cepatnya dia mencapai karir yang sangat cepat dibanding teman – temannya.

Pencapaian Andri selama itu ternyata tidak membuat dirinya bahagia, justru ada kehampaan yang sangat dalam bahwa pencapaian yang dia raih tidak menantang.

Inilah manusia yaa, dikasih kemudahan dibilang nggak ada tantangan, sedangkan saat diberi berbagai tantangan malah nggak kuat.

Sungguh terlalu!

Andri dengan jabatan Direktur mulai bingung begitu mudahnya dia mencapai posisi direktur hanya selama 1,5tahun.

Coba bayangkan!

Betapa cepat dia melewati karir, karir yang semakin meningkat tidak diimbangi dengan pertumbuhan mental Andri.

Akhirnya dalam prosesnya karyawan senior yang sudah lama bekerja diperusahaan tersebut merasa iri dengan Andri, sulit bagi Andri untuk menjalin kerjasama dengan para karyawan senior yang sudah lama bekerja di Perusahaan itu.

Kondisi emosi Andri mulai bosan, jenuh, sedih, ternyata pencapaian sebagai Direktur Utama tidak membuat dirinya bahagia lahir dan batin.

Secara logika mestinya dia bahagia sekali menerima fasilitas ataupun tunjangan yang sangat besar dari Perusahaan.

Contoh kisah Andri ini adalah tidak ada kegagalan yang andri hadapi dalam proses bekerja mencapai puncak jabatan.

Justu pada saat Andri mencapai keinginannya dengan cepat justru terjadi kehampaan.

Saat sudah mencapai puncak jabatan malah justru hampa jiwa dan hampa secara makna, itulah kenapa kegagalan sangat penting agar kita selalu berpikir bahwa ada potensi diri kita yang belum terekspos.

Jangan heran mereka yang pencapaiannya sangat tinggi biasanya mengalami rasa sukacita yang teramat dalam.

Mereka menikmati prosesnya dan mencintai kegagalan sebagai umpan balik agar mereka terus belajar memperbaiki kesalahan, dan terus maju melangkah sampai garis finish,

 

Bersambung ke part 2

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *