Bingung Memilih Profesi? Mungkin 5 Langkah ini Bisa Jadi Solusi.

Setiap Manusia memiliki pilihan.

Pilihan yang menentukan Anda akan jadi Apa ?

Memiliki Apa?

Hidup Seperti Apa?

Saat saya lulus MAN setingkat SLTA saya binggung harus memutuskan apa?

Lanjut kuliah atau mulai bekerja?

Dari kedua pilihan itu akhirnya saya memilih kuliah, padahal keuangan keluarga sedang tidak mendukung.

 

Karena bingung harus melakukan apa?

Meski saya kuliah saya merasa gundah tentang apa yang harus saya lakukan, karena bingung, akhirnya Saya memutuskan berhenti kuliah setelah 6 bulan. Alias OD (Out Dewe), saya nggak tahu apa sebabnya kenapa sampai harus keluar kuliah.

Apa karena kuliah gratis kali ya? ^_^

Selepas kuliah akhirnya saya memutuskan untuk bekerja Fulltime sebagai sales, padahal jelas – jelas saya seorang pemalu.

Jangankan jualan langsung ngomong depan umum aja masih deg-degan nggak karuan. Semua itu saya lakukan, saya nikmati betul prosesnya meskipun saya nggak tahu apa tujuan hidup saya?

Sudah 7 tahun kemudian, saya masih gundah, bingung.

Sebenarnya apa yang saya cari, untuk apa saya bekerja? Rasa-rasanya sudah mencapai gundah stadium 4 kali ya

Pindah – Pindah kerja Hobi saya kala itu, satu tahun bisa 4 kali pindah kerja, terlama saya bekerja itu hanya 1 tahun.

Dari pengalaman saya belajar, saya sadar, saya harus segera berbenah dan berubah.

Dengan cara apa?

Dengan cara merenung dalam hati.

Sebenarnya saya pengen jadi apa?

 

Apa misi hidup saya di uunia ini?

 

Tidak mungkin Allah menciptakan saya kedunia ini tanpa ada maksud, pasti ada misi yang harus saya selesaikan sebelum saya berpulang kepadaNYA.

Karena hobi saya baca Buku, terutama buku Motivasi, pengembangan diri & psikologi.

 

Dari banyak baca buku, saya banyak menemukan gairah dalam diri saya, saya sangat senang ngajar istilahnya kalau profesi ya Trainer atau Coach.

Tapi saya bingung lagi.

 

lagi – lagi Bingung…

 

Mulainya dari mana?

Memilih Profesi sebagai Trainer sedangkan yang saya tahu Profesi sejenis sudah banyak dan cenderung hanya menjual informasi saja, beda dengan skill yang lain.

 

Sudah memilih jadi Trainer, saya justru nggak yakin apa bisa sukses jadi Trainer, bingung lagi yaa..

Memang begitu, keseharian saya meski sedang nganggur ataupun kerja perasaan Bingung selalu membersama.

 

Saya nggak tahu kenapa?

 

Apa saya memang diciptakan untuk selalu bingung? Ah yang benar saja

Akhirnya setelah merenung cukup panjang, saya memutuskan untuk menekuni profesi copywriter.

Profesi yang sudah saya lakukan sejak 2010, hanya saja saya nggak tahu kalau profesi menulis konten untuk jualan disebut copywriter.

 

Akhirnya…

…setelah berkarir di 10 Perusahaan, saya memutuskan menjadi copywriter dan mendirikan Kadika Digital Agency bersama adik.

 

Alhamdullilah..

Berawal dari Kadika Digital Agency, saya menemukan kebahagiaan. Apalagi saat saya dan tim mendapat kontrak kerja 2,5 tahun dari Klien untuk menangani divisi digital marketing.

 

Okey

Mari kita simpulkan.

 

Keputusan yang Anda putuskan meski awalnya kurang yakin.

Saran saya lakukan saja, meski awalnya kurang yakin.

 

Siapa tahu..

..disitulah awal karir dan masa depan Anda berawal.

 

Jangan sampai sudah usia senja Anda belum memutuskan.

Mau jadi apa?

Melakukan apa? Dan

Memiliki apa?  

 

Saya yakin Allah pasti menitipkan Misi Hidup pada masing – masing Individu, dari misi itulah Anda akan menemukan kebahagiaan.

 

Mudahnya Begini

Memang nggk mudah menemukan girah atau passion, tapi bukan berarti nggak bisa ditemukan.

 

Berikut saya share tips bagaimana menemukan gairah hidup,k arena masing – masing orang berbeda maka hasilnya pun bisa jadi berbeda pula:

1. Tentukan Aktivitas yang paling Anda sukai & Minati

Setidaknya dari sekian aktivitas yang Anda lakukan setiap hari, hanya ada satu aktivitas yang membuat Anda bahagia.

 

Anda selalu merasakan semangat saat melakukannya, tak peduli mau dibayar atau enggak yang penting Anda melakukannya dengan Bahagia.

Meskipun Anda belum Ahli di bidang yang Anda pilih.

 

Percayalah!

 

Sesuatu yang dilakukan dengan bahagia, lama – lama jadi Ahli, jadi sabar aja, nikmati Prosesnya, Jiwai aksinya.

 

2. Pilih Mentor yang sudah sukses

Dari minat yang Anda pilih, cari tahulah adakah orang yang sudah sukses dibidang yang kepengen Anda sukses?

Jika ada..

Maka tugas Anda selanjutnya adalah belajar kepadanya, tiru cara kerjanya & jadikan orang tersebut sebagai mentor Anda.

 

Karena mencoba sesuatu yang baru tanpa ada yang bimbing membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Saya menunda jadi trainer & penulis selama 7 tahun lantaran nggak ada mentor yang selalu mensupport.

 

Karena mentor adalah akselerator kesuksesan Anda.

 

3. Konsisten baca Buku & praktekkan Isinya

Inilah hambatan yang harus saya perbaiki.

Biasanya kalau sudah baca buku kita lupa mempraktekkannya, pas lagi baca buku semangat untuk segera action.

 

Tapii…

Semakin ditunda dan ditunda ilmu dari buku bagus hanya jadi uap, nggak tersisa.

 

Maka dari itu, setelah baca buku, minimal langsung praktek atau ajarkan kepada teman terdekat.

Agar apa?

Agar ilmunya melekat dalam diri.

 

4. Kuasai Emosi negatif

Kok yang harus dikuasai Emosi Negatif?

Bukannya Emosi Positif?

 

Begini..

Kalau lagi emosi negative, bawaanya pengen marah atau sedih.

 

Biasanya saat marah, jiwa mulai nggak terkontrol. Jangan sampai emosi negative merugikan hidup Anda.

Karena kalau udah level tinggi, emosi negative seperti : marah, benci, dendam. Sikap dan mental kita pun terganggu.

 

Sedangkan Emosi Positif seperti : senang, bahagia, Cinta.

Emosi positif bisa kita kendalikan dengan muda.

 

Tapi..

Ada juga Emosi Cinta yang tak mampu dikuasai.

 

Misalnya saat pacaran, pasti rasa cinta yang berlebihan terhadap pasangan yang melebihi batas, (gak usah saya jelaskan panjang lebar), setidaknya emosi positif lebih Enak dibandingkan Emosi Negatif.

Ok yang terakhir

 

5. Selalu berdoa & Pasrah kepada yang Maha KUASA

Aksi tanpa doa, sombong.

Doa tanpa aksi, percuma.

 

Saat kita sudah melakukan action demi action terbaik, selanjutnya adalah pasrah dan ikhlas.

Yakin apapun hasilnya adalah yang terbaik.

 

Allah tidak mungkin memberi cobaan yang melebihi batas kemampun hambanya.

So, masih bingung memilih profesi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *